Sabtu, 17 Oktober 2015

Tulisan Minggu 4 - Sejarah Perkembangan Game Dan Contoh nya


Di jaman yang sudah modern siapa yang tidak mengenal game? Game adalah suatu permainan yang sifatnya menghibur. Pada jaman dahulu, game hanya berupa dari gabungan titik yang bisa di gerakan oleh user.  Game lebih identik yang dimainkan dengan komputer atau perangkat elektronik.
Game yang pertama kali saya mainkan adalah Sony Playstation keluaran pertama. Di era ini kualitas gambar dan grafiknya lebih bagus dari era sebelumnya, dan banyak orang orang yang membuat game atau mengembangkan gamenya sendiri.
Disini saya akan membahas sejarah perkembangan game, dan contoh game tersebut yang dimainkan pada era nya.

1.     Generasi Pertama
Game yang terkenal pada masa itu adalah PONG merupakan game yang seperti bermain ping pong yang dapat dimainkan oleh dua orang. Pada waktu PONG dimainkan pada console Oddysey yang di produksi pertama kali oleh perusahaan Magnavox.
Console ini sangat mencuri perhatian karena ini merupakan trobosan pertama sebuah pemainan yang dapat dimainkan oleh manusia yang berinterasi dengan  mesin. Dan benar dapat mendapatkan kesenangan dari permainan yang dimainkan. Console ini keluar pada tahun 1972. Bersamaan dengan game PONG di keluarkan,Gunfight adalah game arcade pertama yang menggunakan mikroprosesor.

      
  
2.     Generasi Kedua
·         Tahun 1976
Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia video game dengan menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin pertama yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. Nah, konsep ini kemudian diikuti oleh beberapa produsen lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga perusahaan tersebut juga merilis konsol serupa.

Jumat, 09 Oktober 2015

Tulisan Minggu 3 - Perkembangan IT Pada Pemerintahan


1.    Analisis Mengenai Perkembangan IT Pada Pemerintahan



Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.

Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.

Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e, seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.

Peran Teknologi Informasi
Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain diantaranya dalam bidang pemerintahan (e-government) :

Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi

1.      Ciri-ciri organisasi

Dalam sebuah organisasi terdapat ciri-ciri tertentu untuk mengidentifikasi jenis dan tujuan organisasi, yaitu :
·         Organisasi adalah lembaga sosial yang terdiri dari sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang diterapkan
·         Organisasi diterapkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Oleh karena itu, organisasi adalah kreasi sosial yang memerlukan aturan dan kooperasi
·         Organisasi secara sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun. Kegiatan dibedakan menurut beberapa pola yang logis. Koordinasi bagian tugas ini memerlukan penugasan wewenang dan organisasi
·         Organisasi adalah instrument sosial yang mempunyai batasan-batasan yang secara relative dapat diidentifikasikan dan keberadaanya mempunyai basis yang relative permanen

Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
·         Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
·         Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
·         Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

2.      Unsur-Unsur Organisasi

a.      Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama
Organisasi merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama

Jumat, 02 Oktober 2015

Tulisan Minggu 2 - Kecerdasan Buatan Dalam Dunia Bisnis

1.    Ungkapkan apa itu kecerdasan buatan bagi dunia bisnis

Definisi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau disingkat AI, adalah suatu pengetahuan yang membuat komputer dapat meniru kecerdasan manusia sehingga diharapkan komputer dapat melakukan hal-hal yang apabila dikerjakan manusia memerlukan kecerdasan; misalnya.. melakukan penalaran untuk mencapai suatu kesimpulan atau melalukan translasi dari satu bahasa manusia ke bahasa manuasi yang lain.

Berbagai Definisi Artificial Intelligence menurut para Sumber:

  1. Schalkoff (1990) Artificial Intelligence adalah bidang studi yang berusaha menerangkan dan meniru perilaku cerdas dalam bentuk proses komputasi
  2. Rich dan Knight (1991) Artificial Intelligence adalah studi tentang cara membuat komputer melakukan sesuatu yang sampai saat ini orang dapat melakukannya lebih baik. 
  3. Luger dan Stubblefield (1993) Artificial Intelligence adalah cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan otomasi perilaku yang cerdas
  4. Haag dan Keen (1996) Kecerdasan Buatan adalah bidang studi yang berhubungan dengan penangkapan, pemodelan dan penyimpanan kecerdasan manusia dalam sebuah sistem teknologi informasi sehingga sistem tersebut dapat memfasilitasi proses pengambilan keputusan yang biasanya dilakukan oleh manusia.
Bidang - bidang kecerdasan buatan (AI) diantaranya sebagai berikut                                                                 

Arti Pentingnya Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja

BAB 1 - Teori Organisasi Umum 1

3.    Manajemen dan Tata Kerja

         Manajemen adalah seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen pada hakekatnya merupakan kegiatan seorang pemimpin atau manajer yang harus di lakukan dengan menggunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan melalui kerjasama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara setepat-tepatnya.

Untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien, manajemen perlu melewati beberapa proses atau bisa disebut kegiatan manajemen, yaitu proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pendorongan (motivating), dan pengontrolan sumber daya (controlling).

Tata kerja atau metode adalah suatu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat di perlukan dapat di manfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilakukan dengan tepat pula.

Sabtu, 26 September 2015

Tulisan Minggu 1 - ERP

Ungkapkan apa itu ERP

ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sebuah konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya perusahaan meliputi dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas yang berpengaruh luas mulai dari manajemen paling atas hingga operasional di sebuah perusahaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan nilai tambah bagi seluruh pihak yang berkepentingan (stake holder) atas perusahaan tersebut.

ERP merupakan sistem terintegrasi yang mempunyai tujuan merangkum bisnis proses yang ada sehingga menjadi satu kolaborasi yang efisien dan efektif dan sistem tersebut di dukung dengan teknologi informasi dan dapat menghasilkan informasi yang enunjang perusahaan menjadi lebih kompetitif

Konsep ERP dapat dijalankan dengan baik, jika didukung oleh seperangkat aplikasi dan infrastruktur komputer baik software dan hardware sehingga pengolahan data dan informasi dapat dilakukan dengan mudah dan terintegrasi. Oleh karena itu, hampir tidak mungkin mewujudkan konsep ERP tanpa adanya dukungan sistem berbasis komputer.

Ø  Konsep-konsep dasar ERP, yaitu [OLS–2004]:
•          “ERP terdiri atas paket software komersial yang menjamin integrasi yang mulus atas semua aliran informasi di perusahaan, meliputi keuangan, akuntansi, sumber daya manusia, rantai pasok, dan informasi konsumen” (Davenport, 1998).
•          “Sistem ERP adalah paket sistem informasi yang dapat dikonfigurasi, yangmengintegrasikan informasi dan proses yang berbasis informasi didalam, dan melintas area fungsional dalam sebuah organisasi” (Kumar dan Van Hillsgerberg, 2000).
•          “Satu basis data, satu aplikasi, dan satu kesatuan antarmuka di seluruh enterprise” (Tadjer, 1998).

Arti Pentingnya Organisasi dan Metode

BAB 1 - Teori Organisasi Umum 1

Arti Pentingnya Organisasi dan Metode

Dalam tugas materi softskill ini saya akan mencoba membahas Arti Pentingnya Organisasi dan Metode. Dimulai dari pengertian organisasi, Manajemen dan Organisasi, Manajemen dan Tata Kerja dan Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja yg saling berkaitan satu sama lain untuk mencapai tujuan.  Namun sebelum kita membahas lebih lanjut, kita pelajari dahulu pengertian organisasi, manajemen, dan tata kerja

1.     Pengertian Organisasi
Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.

Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis)

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Ø  Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:
·         Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
·         James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
·         Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
·         Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.  Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur. 


Ø  Tipe Organisasi

1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.

2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak SD, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

2.  Manajemen dan Organisasi
Manajemen dalam arti sesungguhnya menyangkut pencapaian tujuan atau sasaran dan bukan sekedar merupakan kedudukan dalam suatu usaha. Banyak orang mempunyai ember-embel “manajer”, tetapi kenyataannya mereka hanya memimpin suatu aktivitas bukan mengelolanya supaya mencapai suatu sasaran tertentu.

Sebagai suatu aktivitas menajemen berhubungan dengan pekerjaan orang lain, yaitu, bawahan; dan berhubungan dengan pengarahan dan koordinasi supaya yang dilakukan orang tersebut. Meskipun setiap manajer dapat mempunyai beberapa tugas khusus, yang hanya dia sendiri dapat melakukannya, secara tepat, peranan seorang manajer di dasarkan pada kenyataan bahwa aktivitas-aktivitas bawahan harus dikoordinasi dan di arahkan. Dalam pengertian ini seorang manajer dapat lebih banyak mempunyai kepentingan atas prestasi bawahannya dari pada prestasinya sendiri, karena prestasi mereka berarti pencapaian tujuan atau sasaran secara keseluruhan yang telah ditetapkan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.

3.    Manajemen dan Tata Kerja

         Manajemen adalah seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen pada hakekatnya merupakan kegiatan seorang pemimpin atau manajer yang harus di lakukan dengan menggunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan melalui kerjasama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara setepat-tepatnya.

Untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien, manajemen perlu melewati beberapa proses atau bisa disebut kegiatan manajemen, yaitu proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pendorongan (motivating), dan pengontrolan sumber daya (controlling).

Tata kerja atau metode adalah suatu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat di perlukan dapat di manfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilakukan dengan tepat pula.

Jadi hubungan manajemen dengan tata kerja untuk mencapai sebuah hasil yang optimal didalam suatu organisasi atau dalam hal apapun. Kita harus mempunyai system manajemen yang baik dan professional karena itu berpengaruh pada hasil yang akan kita dapatkan nanti. Tapi, kita juga tidak dapat berpusat pada itu saja bahwa tidak bias dipisahkan yaitu system tata kerja nya pun harus jelas. Agar pelaku yang mengerjakannya tidak tersendat karena sebuah hal yang kurang dipahami. Tata kerja yang terstruktur akan menghasilkan output yang baik dan sangat memuaskan.

4.    Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja

Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia
Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama.
Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.

Dengan adanya penjelasan diatas, kita dapat menarik kesimpulan dari pembahasan kali ini, bahwa di dalam manajemen, organisasi dan tata kerja sangat berkaitan dan adanya hubungan timbal balik ketigannya. Tanpa ada salah satu dari bagian tersebut, maka, keduanya tidak akaan berhasil mencapai tujuan atau keinginan yg memuaskan.


Sumber:
Amrine, Harold T dkk. 1985. Manajemen dan Organisasi Produksi. Jakarta: Erlangga